Cerita tentang Siswa ABK-ku (Bagian II)
Oleh: Dra. Siti Nur Hasanah
(Manajer Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya)
Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif bertujuan agar ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEMAKIN PERCAYA DIRI DALAM MENYONGSONG PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN MEREKA DI MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN INKLUSIF, khususnya di SMP Negeri 5 Surabaya.
Seperti yang telah aku jelaskan
pada catatan harianku yang terdahulu (bagian I), siswa/i ABK yang kami
asuh di SMP Negeri 5 Surabaya banyak mengalami perkembangan yang
menggembirakan. Baik dalam segi perilaku maupun segi kompetensi yang
diampunya.
Kali
ini yang akan aku ceritakan siswa ABK (Autis) yang bernama “Kurnia Alif
Saputra” (berbaju doreng yang sedang memegang mik). Ia lahir di kota
Surabaya, 10 September 1997.
Berdialog dengan Kepala Bidang Dikdas Dispendik Kota Surabaya (dokumentasi pribadi)
Pada
saat pertama kali masuk ke SMPN 5 Surabaya (Juli 2011), perilaku dan
emosinya tidak terkontrol dan tidak stabil. Kalau makan masih suka
tumpah-tumpah, belepotan dan tidak mau merapikan kembali tempat makan
dan botol minumnya. Kalau diajak berbicara, sama sekali tidak
menghiraukan. Pandangan matanya tidak mau tertuju kepada orang yang
mengajak berbicara. Dia suka asyik bermain sendiri, tidak mau didekati.
Kalau didekati dia akan lari menjauh.
Alif
(demikian panggilannya) mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh
siswa reguler. Dia bisa menghapal ke-48 nama presiden Amerika Serikat,
presiden dan wakil presiden Indonesia, warna bendera seluruh dunia dan
jumlahnya, dan dapat menebak hari lahir dan pasaran seseorang dari
tanggal lahirnya. Dia juga rajin shalat lima waktu.
Setelah
beberapa bulan kami bina dan dilakukan identifikasi oleh GPK (Guru
Pendamping Khusus) dari tenaga edukasi yang berlatar belakang PLB
(Pendidikan Luar Biasa), menghasilkan penjelasan sebagai berikut:
Perspektif Educatif
Kemampuan
siswa dalam hal membaca cukup lancar meski dengan intonasi yang belum
tepat (suara terkadang keras, terkadang pelan). Pemahaman terhadap isi
bacaan baik.
Dalam
hal imla dan menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf sederhana baik,
namun tulisan masih kurang rapi (ada penulisan huruf kapital yang kurang
tepat, dan penulisan huruf yang kurang jelas misalnya “m, p dan g”). Siswa mampu memegang alat tulis dengan benar dan menulis dari kiri ke kanan dengan menggunakan tangan kanan, serta posisi kertas juga sejajar dengan posisi duduk, namun kepala cenderung menunduk.
Untuk kemampuan berhitung, dalam hal operasi hitung penjumlahan
dan operasi hitung pengurangan dengan tehnik meminjam dan menyimpan
sampai dengan bilangan ribuan baik dan cepat, begitu pula dengan operasi
hitung perkalian dan pembagian namun dalam hal menyelesaikan soal
cerita masih kurang hal ini disebabkan karena pemahaman yang terbatas
dan ketelitian yang masih kurang. Sedangkan kemampuan menyebutkan konsep
dasar <,=,> dan mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang
baik akan tetapi pemahaman dan aplikasi dalam soal masih belum mampu.
Perspektif Psikologis
Dari hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa Alif memiliki motivasi, semangat dan percaya diri yang cukup untuk mengikuti aktivitas yang ada. Ia juga memiliki rasa ingin tahu
yang tinggi namun dalam hal logika masih terbatas pada hal- hal yang
praktis, sederhana dan nyata. Selain itu karakteristik gangguan yang menyertainya juga memengaruhi sikapnya sehari – hari seperti agresifitas dan perilaku lain yang cenderung mengganggu misal merampas makanan/minuman teman dan mengambil buku di perpustakaan.
Perspektif Wicara
Untuk
area wicara, dapat disimpulkan bahwa anak mampu menjalin komunikasi
baik dengan komunikasi satu arah maupun komunikasi 2 arah namun keluasan
dalam penggunaan bahasa saat menjawab pertanyaan masih sangat terbatas
dan sangat tergantung pada stimulus yang diberikan oleh lawan bicara. Begitu juga dalam pemahaman instruksi, anak mampu memahami dan melaksanakan instruksi yang disampaikan observer dengan baik walaupun dengan pengulangan.
Perspektif Okupasi
Dalam
hal motorik kasar tidak mengalami kendala yang berarti. Namun dalam hal
motorik halus dan atensi konsentrasi masih perlu banyak latihan.
Catatan
Anak membutuhkan bimbingan dan arahan terutama dalam hal pemahaman terhadap soal cerita agar anak lebih mudah dalam menyelesaikan soal hitungan yang terdapat pada mata pelajaran Matematika.
Dalam hal psikologis/perilaku, anak membutuhkan psikoterapi suportif (memberi dukungan dan motivasi) untuk berinteraksi
sosial dengan teman-temannya di sekolah. Selain itu peningkatan atensi
konsentrasi juga diperlukan agar anak dapat mengikuti pembelajaran di
kelas dengan optimal.
Dari
penjelasan dan catatan di atas, kami melakukan pembinaan dan terapi
bina diri secara kontinu/berkelanjutan. Alhamdulillah, dia sudah mulai
bisa diajak komunikasi. Baik dengan guru maupun dengan teman-teman
sebayanya. Kalau makan sudah tidak tumpah-tumpah lagi, tidak blepotan
dan tempat makan/minumnya kalau selesai makan dirapikan/dimasukkan
kembali ke tasnya. Dia juga bisa berkomunikasi dengan baik. Seperti yang
tampak pada foto di bawah ini. Alif sedang bercerita dengan alat peraga
dan berwawancara dengan murid reguler. Meskipun sampai saat ini,
emosinya masih kurang stabil. Kadang masih ngambil makanan/minuman
teman, kadang juga masih memukul temannya, yang dia anggap salah atau
mengganggu ketenangan/kesenangannya. Namun demikian, jika aku panggil
dan kutegur. Dia akan langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
Kami memang harus benar-benar ekstra hati-hati dalam pengawasan,
terutama saat jam-jam istirahat. Para GPK harus sigap dalam mendampingi.
Bercerita dengan alat peraga (dokumentasi pribadi)
Berwawancara dengan siswi reguler (dokumentasi pribadi)
Membaca cerita pendek (dokumentasi pribadi)
Semoga
dengan kesabaran dan ketulusan kami dalam membina, suatu saat dia akan
benar-benar bisa menjadi anak yang baik, terarah, emosinya bisa stabil
serta dapat mandiri dalam menggapai masa depan yang harus dijalani
kelak, terutama saat telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Aamiin
ya rabbal ‘alamiin…
Gresik, 13 November 2012
------oo0oo------
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/13/cerita-tentang-siswa-abk-ku-bagian-ii-508823.html
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/13/cerita-tentang-siswa-abk-ku-bagian-ii-508823.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar