Kamis, 19 Desember 2013

Cerita tentang Siswa ABK-ku (Bagian II)

Cerita tentang Siswa ABK-ku (Bagian II) 

Oleh: Dra. Siti Nur Hasanah
(Manajer Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya)

Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif bertujuan agar ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SEMAKIN PERCAYA DIRI DALAM MENYONGSONG PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN MEREKA DI MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN INKLUSIF, khususnya di SMP Negeri 5 Surabaya.
Seperti yang telah aku jelaskan pada catatan harianku yang terdahulu (bagian I), siswa/i ABK yang kami asuh di SMP Negeri 5 Surabaya banyak mengalami perkembangan yang menggembirakan. Baik dalam segi perilaku maupun segi kompetensi yang diampunya.
Kali ini yang akan aku ceritakan siswa ABK (Autis) yang bernama “Kurnia Alif Saputra” (berbaju doreng yang sedang memegang mik). Ia lahir di kota Surabaya, 10 September 1997.



Berdialog dengan Kepala Bidang Dikdas Dispendik Kota Surabaya (dokumentasi pribadi)

Pada saat pertama kali masuk ke SMPN 5 Surabaya (Juli 2011), perilaku dan emosinya tidak terkontrol dan tidak stabil. Kalau makan masih suka tumpah-tumpah, belepotan dan tidak mau merapikan kembali tempat makan dan botol minumnya. Kalau diajak berbicara, sama sekali tidak menghiraukan. Pandangan matanya tidak mau tertuju kepada orang yang mengajak berbicara. Dia suka asyik bermain sendiri, tidak mau didekati. Kalau didekati dia akan lari menjauh.
Alif (demikian panggilannya) mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh siswa reguler. Dia bisa menghapal ke-48 nama presiden Amerika Serikat, presiden dan wakil presiden Indonesia, warna bendera seluruh dunia dan jumlahnya, dan dapat menebak hari lahir dan pasaran seseorang dari tanggal lahirnya. Dia juga rajin shalat lima waktu.
Setelah beberapa bulan kami bina dan dilakukan identifikasi oleh GPK (Guru Pendamping Khusus) dari tenaga edukasi yang berlatar belakang PLB (Pendidikan Luar Biasa), menghasilkan penjelasan sebagai berikut:
Perspektif Educatif
Kemampuan siswa dalam hal membaca cukup lancar meski dengan intonasi yang belum tepat (suara terkadang keras, terkadang pelan). Pemahaman terhadap isi bacaan baik.
Dalam hal imla dan menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf sederhana baik, namun tulisan masih kurang rapi (ada penulisan huruf kapital yang kurang tepat, dan penulisan huruf yang kurang jelas misalnya “m, p dan g”). Siswa mampu memegang alat tulis dengan benar dan menulis dari kiri ke kanan dengan menggunakan tangan kanan, serta posisi kertas juga sejajar dengan posisi duduk, namun kepala cenderung menunduk.
Untuk kemampuan berhitung, dalam hal operasi hitung penjumlahan dan operasi hitung pengurangan dengan tehnik meminjam dan menyimpan sampai dengan bilangan ribuan baik dan cepat, begitu pula dengan operasi hitung perkalian dan pembagian namun dalam hal menyelesaikan soal cerita masih kurang hal ini disebabkan karena pemahaman yang terbatas dan ketelitian yang masih kurang. Sedangkan kemampuan menyebutkan konsep dasar <,=,> dan mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang baik akan tetapi pemahaman dan aplikasi dalam soal masih belum mampu.
Perspektif Psikologis
Dari hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa Alif memiliki motivasi, semangat dan percaya diri yang cukup untuk mengikuti aktivitas yang ada. Ia juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun dalam hal logika masih terbatas pada hal- hal yang praktis, sederhana dan nyata. Selain itu karakteristik gangguan yang menyertainya juga memengaruhi sikapnya sehari – hari seperti agresifitas dan perilaku lain yang cenderung mengganggu misal merampas makanan/minuman teman dan mengambil buku di perpustakaan.
Perspektif Wicara
Untuk area wicara, dapat disimpulkan bahwa anak mampu menjalin komunikasi baik dengan komunikasi satu arah maupun komunikasi 2 arah namun keluasan dalam penggunaan bahasa saat menjawab pertanyaan masih sangat terbatas dan sangat tergantung pada stimulus yang diberikan oleh lawan bicara. Begitu juga dalam pemahaman instruksi, anak mampu memahami dan melaksanakan instruksi yang disampaikan observer dengan baik walaupun dengan pengulangan.
Perspektif Okupasi
Dalam hal motorik kasar tidak mengalami kendala yang berarti. Namun dalam hal motorik halus dan atensi konsentrasi masih perlu banyak latihan.
Catatan
Anak membutuhkan bimbingan dan arahan terutama dalam hal pemahaman terhadap soal cerita agar anak lebih mudah dalam menyelesaikan soal hitungan yang terdapat pada mata pelajaran Matematika.
Dalam hal psikologis/perilaku, anak membutuhkan psikoterapi suportif (memberi dukungan dan motivasi) untuk berinteraksi sosial dengan teman-temannya di sekolah. Selain itu peningkatan atensi konsentrasi juga diperlukan agar anak dapat mengikuti pembelajaran di kelas dengan optimal.
Dari penjelasan dan catatan di atas, kami melakukan pembinaan dan terapi bina diri secara kontinu/berkelanjutan. Alhamdulillah, dia sudah mulai bisa diajak komunikasi. Baik dengan guru maupun dengan teman-teman sebayanya. Kalau makan sudah tidak tumpah-tumpah lagi, tidak blepotan dan tempat makan/minumnya kalau selesai makan dirapikan/dimasukkan kembali ke tasnya. Dia juga bisa berkomunikasi dengan baik. Seperti yang tampak pada foto di bawah ini. Alif sedang bercerita dengan alat peraga dan berwawancara dengan murid reguler. Meskipun sampai saat ini, emosinya masih kurang stabil. Kadang masih ngambil makanan/minuman teman, kadang juga masih memukul temannya, yang dia anggap salah atau mengganggu ketenangan/kesenangannya. Namun demikian, jika aku panggil dan kutegur. Dia akan langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Kami memang harus benar-benar ekstra hati-hati dalam pengawasan, terutama saat jam-jam istirahat. Para GPK harus sigap dalam mendampingi.

 Bercerita dengan alat peraga (dokumentasi pribadi)

Berwawancara dengan siswi reguler (dokumentasi pribadi)


Membaca cerita pendek (dokumentasi pribadi)

Semoga dengan kesabaran dan ketulusan kami dalam membina, suatu saat dia akan benar-benar bisa menjadi anak yang baik, terarah, emosinya bisa stabil serta dapat mandiri dalam menggapai masa depan yang harus dijalani kelak, terutama saat telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Aamiin ya rabbal ‘alamiin…

Gresik, 13 November 2012

------oo0oo------

 http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/11/13/cerita-tentang-siswa-abk-ku-bagian-ii-508823.html
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar