LAPORAN PROGRAM
KERJA
SEKOLAH INKLUSIF
SMP
Negeri 5 Surabaya
TAHUN PELAJARAN
2013/2014

DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA
SMP Negeri 5 Surabaya
JALAN RAJAWALI 57 SURABAYA
Tlp. (031) 3550149
2013
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Illahi Robbi penyusunan Laporan Program
Kerja SMP Negeri 5
Surabaya Tahun 2012/2013 telah selesai.
Adapun tujuan dari
penyusunan laporan evaluasi program kerja sekolah ini adalah untuk melihat
program-program yang telah terlaksana dan yang belum terlaksana sebagai bahan
pertimbangan dan masukan dalam pembuatan program kerja tahun berikutnya. Hal
ini dimaksudkan agar program kerja yang akan datang dapat tersusun dan
terlaksana lebih sempurna.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
tiada terhingga kepada semua pihak yang turut mendukung atas tersusunnya
laporan program ini. Lebih khusus ucapan
terima kasih penulis disampaikan kepada Yth. :
4. Kepala Bidang Pendidikan Dasar
Dispendik Kota Surabaya, atas bimbingan dan sarannya.
5. Komite Sekolah SMP Negeri 5 Surabaya
atas dukungannya dan masukannya.
6. Warga belajar, guru-guru SMP
Negeri 5 Surabaya, serta orang tua siswa yang tidak dapat kami sebutkan
satu persatu.
Dalam
penyusunan laporan program ini tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan.
Oleh karena itu, saran dan masukan-masukannya dari semua pihak sangat
diharapkan demi perbaikan pada masa mendatang.
Akhirnya,
mudah-mudahan laporan evaluasi program kerja ini dapat bermanfaat. Aamiin !
Surabaya, 15 Juli 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
......................................................................................1
B. Sasaran
..................................................................................................2
BAB II. PROFIL SEKOLAH
A. Visi.........................................................................................................2
B. Misi
.......................................................................................................2
C. Tujuan Sekolah .....................................................................................3
D. Pelaksanaan Program Kerja Sekolah Tahun 2012/2013 .........................3
BAB III PENUTUP
B. Simpulan..............................................................................................11
C. Rencana Tindak Lanjut
.......................................................................13
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN :
A. Program Kerja Sekolah Tahun 2013/2014 .........................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program sekolah merupakan suatu pedoman, petunjuk arah,
dan penggerak yang menentukan semua aktivitas yang ada di sekolah. Bermutu atau
tidaknya suatu kegiatan sekolah sangat tergantung pada program yang dibuat.
Apabila program sekolahnya baik maka kegiatan-kegiatan sekolahnya pun akan
baik, dan begitu pula sebaliknya apabila program sekolahnya tidak bermutu maka
sudah barang tentu kegiatan-kegiatan sekolahnya tidak akan bermutu pula.
Berkaitan dengan program sekolah ini sangat berkaitan dengan ketercapaian
tujuan pendidikan. Perlu diketahui bahwa semua kegiatan yang dilakukan di sekolah yang merupakan realisasi dari
program sekolah yang telah dibuat, semua itu harus bermuara pada satu titik
yakni tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.
Berdasarkan pada uraian di atas tampak jelas bahwa
program sekolah sangat penting dalam dunia persekolahan. Oleh karena itulah,
mengingat pentingnya program sekolah, maka untuk menjaga mutu dan
pengembangannya ke arah yang lebih baik, program sekolah ini harus selalu
dievaluasi secara berkelanjutan. Sehingga dengan dilakukannya evaluasi yang
kontinyu, dari waktu ke waktu program sekolah akan semakin bermutu. Dari hasil
evaluasi inilah, dapat dilakukan perbaikan-perbaikan, pengembangan, dan
peningkatan program sekolah sehingga akan semakin sempurna sesuai dengan
tuntutan dan harapan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Dikemukakan oleh
Akhmad Sudrajat (3 Februari 2010, Tersedia : akhmadsudrajat.wordpress.com)
bahwa evaluasi program di sekolah dapat berfungsi untuk dijadikan sebagai feed back dalam rangka memperbaiki dan
mengembangkan program, serta dapat memberikan informasi tentang perkembangan
dan ketercapaian program untuk selanjutnya digunakan untuk meningkatkan mutu
program berikutnya.
Sesuai dengan uraian-uraian di atas itulah pada
kesempatan ini dilakukan evaluasi terhadap program kerja sekolah yang telah
dibuat di SMP Negeri 5 Surabaya pada tahun pelajaran 2012/2013
1
2
B. Sasaran
Sasaran dalam pelaksanaan program ini adalah tertuju pada
semua program kerja tahunan Sekolah Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya yang
mencakup beberapa bidang program yaitu : bidang kurikulum,
kesiswaan, ketenagaan, sarana - prasarana, humas dan keuangan.
BAB II
PROFIL SEKOLAH
A. Visi
Visi
Sekolah Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya adalah : ”Unggul dalam mengembangkan life skill melalui pembelajaran Inklusif yang bermutu menuju
kemandirian anak berkebutuhan khusus.”
B. Misi :
1.
Menciptakan
siswa berkebutuhan khusus yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
2.
Memberikan
kesempatan belajar kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
3.
Membantu
anak berkebutuhan khusus dalam mengatasi masalah kelainannya.
4.
Membekali
siswa berkebutuhan khusus dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
5.
Membekali
siswa berkebutuhan khusus dengan keterampilan kerja.
6.
Mendorong
kreativitas dan kemandirian para siswa.
Untuk mewujudkan visi, misi tersebut di atas ditempuh
dengan beberapa strategi sebagai berikut :
1.
Mendidik
dan membiasakan anak dalam kehidupan yang agamis, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi
kehidupan agamis .
2.
Melakukan
sosialisasi dan penjaringan anak berkebutuhan khusus.
3
3.
Memberikan terapi kepada anak berkebutuhan
khusus sesuai dengan kelainannya.
4.
Menyediakan
fasailitas yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
keterampilan.
C. Tujuan
Tujuan sekolah yang ingin dicapai
adalah :
1.
Membentuk
siswa yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa.
2.
Membentuk
siswa yang memiliki akhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur.
3.
Membentuk
siswa yang memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4.
Membentuk
siswa yang memiliki life skill
sebagai bekal untuk hidup di masyarakat.
5.
Memberikan
terapi atas hambatan yang dimiliki para siswa.
6.
Membentuk
siswa yang kreatif dan mandiri.
Adapun tujuan umum tiap jenjang pendidikan
adalah sebagai beruikut :
Sekolah Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya bertujuan untuk :
”Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,
serta keterampilan untuk hidup mandiri
dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.”
D. Pelaksanaan Program Kerja Sekolah Tahun 2013-2014
Dalam
poin ini akan membahas tentang pelaksanaan program kerja sekolah tahun 2013/2014 yang secara umum meliputi :
1.
Bidang Kurikulum
Bidang Kurikulum, menyangkut masalah teknis
edukatif dan kegiatan belajar mengajar.
2. Bidang Kesiswaan
Bidang Kesiswaan, didalamnya termasuk administrasi siswa, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka,
keterampilan, kesenian dan
olah raga.
2. Bidang Ketenagaan
4
Bidang Ketenagaan meliputi tenaga guru, tenaga Tata
Usaha, Penjaga Sekolah, Petugas Labotarium, Petugas Perpustakaan, BP, UKS, dan sebagainya. Namun
ketenagaan yang sudah terpenuhi baru tenaga guru dengan sistem Guru Pendamping
Khusus (GPK) .
4.
Sarana dan
Prasarana
Sarana dan Prasarana, sarana mencakup alat-alat yang digunakan untuk
administrasi, Kegiatan Belajar Memgajar, Penelitian dan sebagainya.
Dalam Standar Sarana dan Prasarana bahkan diwajibkan bahwa setiap sekolah harus
memiliki sarana yang mencakup perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan,
buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan
berkelanjutan. Sedangkan tentang prasarana dikemukakan bahwa setiap satuan
pendidikan diwajibkan memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas,
ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang kantin, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain,
tempat berkreasi, dan ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. (PP No. 19 Tahun 2005 pasal 42
ayat 1 dan 2).
5.
Humas
Hubungan kerja sama dengan masyarakat, meliputi komunikasi dengan masyarakat, intansi-intansi lain, dalam
rangka sosialisasi sekolah, maupun dalam usaha peningkatan
partisipasi masyarakat untuk menunjang kelancaran kegiatan sekolah.
6.
Keuangan
Pembiayaan menyangkut keperluan-keperluan dana, sumber-sumber dana, pengelolaan
dana, dan pelaporannya.
Lebih
jelasnya rincian Program Kerja Sekolah Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya pada
tahun 2013/2014 yang sudah dilaksanakan dituangkan dalam tabel
sebagai berikut :
RINCIAN
PROGRAM KERJA SEKOLAH INKLUSIF SMP NEGERI 5 SURABAYA
TAHUN 2013/2014
|
BIDANG
PROGRAM
|
SUB
BIDANG PROGRAM
|
INDIKATOR
KEBERHASILAN PROGRAM
|
ACUAN
PROGRAM
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
1. Kurikulum
|
1.1 Penyusunan Kurikulum sekolah
|
Memiliki dokumen kurikulum sekolah yang
lengkap (dokumen 1, 2, dan 3).
|
E. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
F. SKL (Permendiknas No. 23 Tahun 2006)
|
|
1.2 Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Mengajar
|
Terciptanya pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan.
|
Standar Proses (Permendiknas No. 41
Tahun2007)
|
|
|
1.3 Pelaksanaan Penilaian
|
1.3.1 Terlaksananya test UH, UTS, UAS, dan US.
|
Standar Penilaian Pendidikan (Permendiknas No. 20 Tahun 2007
|
|
|
1.3.2 Tersedianya bank soal yang bermutu.
|
|||
|
1.3.3 Memiliki dokumen penilaian
yang rapi.
|
|||
|
BIDANG
PROGRAM
|
SUB
BIDANG PROGRAM
|
INDIKATOR
KEBERHASILAN PROGRAM
|
ACUAN
PROGRAM
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
2. Kesiswaan
|
2.1 Penerimaan Peserta Didik Baru
|
2.1.1 Adanya pedoman PPDB yang jelas.
|
G. Standar Isi (Permendiknas No. 22 tahun 2006)
H. SKL (Permendiknas No. 23 Tahun 2006)
I. Standar Proses (Permendiknas No. 41
Tahun2007)
|
|
2.1.2 Terlaksananya sistem PPDB yang teratur.
|
|||
|
2.1.3 Terlaksananya masa
orientasi peserta didik baru secara efektif dan efisien.
|
|||
|
2.2 Pelaksanaan assessment
|
Diketahuinya jenis, tingkat kelainan dan karakteristik peserta didik.
|
||
|
2.3 Pelaksanaan Bimbingan dan
Penyuluhan
|
Teratasinya masalah-masalah yang dihadapi peserta didik.
|
||
|
2.4 Pelaksanaan ekstra kurikuler
(Pramuka, Olah Raga, Kesenian, dan Keterammpilan)
|
2.4.1 Tumbuhnya semangat dan
kreativitas siswa sesuai dengan bakat dan minatnya.
|
||
|
2.4.2 Peserta didik memiliki
keterampilan sesuai dengan bakat dan minatnya.
|
|||
|
2.5 Pengusulan beasiswa dan Bagus
|
Siswa menerima beasiswa atau
Bagus.
|
||
|
2.6 Pelaksanaan Rekreasi.
|
Terlaksananya rekreasi yang dapat
menjalin kebersamaan dan kekeluargaan.
|
||
|
2.7 Penyusunan Administerasi
Kesiswaan
|
Tersusunnya adminisetrasi kesiswaan yang lengkap dan rapi.
|
||
|
BIDANG
PROGRAM
|
SUB
BIDANG PROGRAM
|
INDIKATOR
KEBERHASILAN PROGRAM
|
ACUAN
PROGRAM
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
3. Ketenagaan
|
a.
Pendidik
:
i.
Pembagian
tugas guru.
|
Adanya tugas guru yang jelas dan
tepat.
|
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Permendiknas No. 16 tahun
2007)
|
|
ii.
Pembinaan
guru melalui supervisi.
|
Guru memahami dan menyadari akan
tugas dan tanggung jawabnya.
|
||
|
iii.
Peningkatan
profesionalisme guru.
|
3.1.3.1 Guru mengikuti diklat,
workshop, dll.
3.1.3.2 Guru memahami kompetensi
guru dan melaksanakannya dalam keseharian.
|
||
|
iv.
Pengusulan
kenaikan pangkat guru
|
Naiknya pangkat dan kesejahteraan
guru.
|
||
|
v.
Pengusulan
tunjangan kesejahrteraan guru.
|
Diterimanya TPP bagi guru PNS dan
insentif bagi Guru Pendamping Khusus (GPK).
|
||
|
b.
Tenaga
Kependidikan :
i.
Peningkatan
profesionalisme tenaga kependidikan.
|
3.1.3.1 Terlaksananya diklat,
workshop, dll.
3.1.3.2 Dipahaminya kompetensi
kepala sekolah dan melaksanakannya dalam keseharian.
|
||
|
3.2.2 Pengusulan kenaikan pangkat tenaga
kependidikan.
|
Naiknya pangkat dan kesejahteraan
tenaga kependidikan (dalam hal ini kepala sekolah).
|
||
|
BIDANG
PROGRAM
|
SUB
BIDANG PROGRAM
|
INDIKATOR
KEBERHASILAN PROGRAM
|
ACUAN
PROGRAM
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
4. Sarana dan Prasarana
|
4.1 Pemeliharaan sarana dan prasarana.
|
Adanya sarana dan prasarana yang
terawat dengan baik.
|
|
|
4.2 Penambahan sarana/prasarana pembelajaran.
|
Tersedianya sarana dan
prasarana alat pembelajaran dan alat terapi.
|
||
|
4.3 Penambahan buku-buku
pembelajaran.
|
Tersedianya sarana buku-buku
sumber dan buku pedoman yang diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran.
|
|
|
|
4.4 Pengembangan program 6 K
(keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan).
|
Terwujudnya keamanan dann kenyamanan
sekolah untuk berlangsungnya proses pembelajaran.
|
||
|
4.5 Pembuatan administerasi
sarana dan prasarana.
|
Terinventarisasinya sarana dan
prasarana yang dimiliki sekolah dengan baik.
|
||
|
BIDANG
PROGRAM
|
SUB
BIDANG PROGRAM
|
INDIKATOR
KEBERHASILAN PROGRAM
|
ACUAN
PROGRAM
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
5. Humas
|
5.1 Koordinasi rutin dengan
Dispendik.
|
Terwujudnya hubungan yang
harmonis dengan Dispendik.
|
Standar Pengelolaan (Permendiknas No. 19 tahun 2007)
|
|
5.2 Meningkatkan hubungan dengan
instasi-instansi terkait.
|
Adanya kerjasama dan dukungan
dari instansi-instansi terkait.
|
||
|
5.3 Melaksanakan sosialisasi sekolah ke masyarakat.
|
Meningkatnya pemahaman dan
kesadaran masyarakat akan pengtingnya pelayanan pendidikan bagi ABK.
|
||
|
5.4 Berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan lingkungan sekolah dan pemerintahan setempat, dan instansi
terkait di daerah.
|
Adanya kerjasama dan dukungan
dari masyarakat sekitar, pemerintahan setempat, dan instansi terkait di
tingkat daerah.
|
||
|
A. Keuangan
|
6.1 Penyusunan RAPBS
|
Adanya rencana pembelanjaan yang
jelas dan tepat.
|
Standar Pembiayaan
|
|
6.2 Pengusulan dana BOS
|
Terealisasinya penyediaan dana
dari BOS.
|
||
|
6.3 Menentukan biaya pembelanjaan
sesuai dengan RAPBS yang telah dibuat. .
|
Pembelanjaan dana sesuai dengan
peruntukannya sesuai dengan RAPBS yang
telah ditetapkan.
|
||
|
6.4 Penyusunan SPJ
|
Terwujudnya pengelolaan dana yang
transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
|
Surabaya, 15 Juli 2013
Kepala SMP Negeri 5 Surabaya
Drs. Sisminarto, M.M.
NIP:
195811291979031003
PROGRAM KERJA SEKOLAH DAN
ALOKASI WAKTU PELAKSANAAN
SEKOLAH INKLUSIF SMP NEGERI 5
SURABAYA
TAHUN 2013/2014
|
NO.
|
KOMPONEN
PROGRAM
|
SEMESTER
I
|
SEMESTER
II
|
KETERANGAN
|
||||||||||||
|
Juli
|
Agustus
|
September
|
Oktober
|
Nopember
|
Desember
|
Januari
|
Februari
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
|||||
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
(8)
|
(9)
|
(10)
|
(11)
|
(12)
|
(13)
|
(14)
|
(15)
|
||
|
I
|
BIDANG KURIKULUM
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
1.1 Penyusunan Kurikulum
sekolah
( Dokumen I, Dokumen II, dan Dokumen III)
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Proses
|
|||
|
1.2 Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Mengajar
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses
|
|||
|
1.3 Pelaksanaan Penilaian (UH,
UTS, UAS, dan US)
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
-
|
|||
|
II
|
BIDANG KESISWAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
2.1 Penerimaan Peserta Didik Baru
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
2.2 Pelaksanaan assessment dan intervensi
|
√
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Proses
|
|||
|
2.3 Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses
|
|||
|
2.4 Pelaksanaan ekstra kurikuler
(Pramuka, Olah Raga, Kesenian, dan Keterammpilan)
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses dan perlu
terus dikembangkan.
|
|||
|
2.5 Pengusulan beasiswa
|
|
|
|
|
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
Proses
|
|||
|
2.6 Pelaksanaan Rekreasi /
Outing Class
|
|
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
√
|
-
|
|||
|
2.7 Penyusunan Administerasi
Kesiswaan
|
√
|
|
|
|
|
√
|
√
|
|
|
|
|
√
|
Proses
|
|||
|
III
|
BIDANG
KETENAGAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
a. Pendidik :
3.1.1 Pembagian tugas guru .
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
3.1.2 Pembinaan guru melalui supervisi.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses
|
|||
|
3.1.3 Peningkatan profesionalisme kinerja guru/GPK.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Terlaksana dengan
baik dan perlu ditingkatkan terus
|
|||
|
3.1.4 Pengusulan kenaikan pangkat guru
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
3.1.5
Pengusulan tunjangan
kesejahrteraan GPK.
|
|
|
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
|
√
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
a.
Tenaga
Kependidikan :
3.2.1 Peningkatan profesionalisme tenaga
kependidikan.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses dan perlu
ditingkatkan terus
|
|||
|
3.2.2
Pengusulan kenaikan pangkat tenaga kependidikan.
|
√
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Terlaksana dan
pelayanan perlu ditingkatkan lagi
|
|||
|
IV
|
BIDANG SARANA DAN PRASARANA
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
4.1 Pemeliharaan sarana dan prasarana.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
4.2 Penambahan sarana/prasarana
pembelajaran.
|
|
|
|
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
Proses
|
|||
|
4.3 Penambahan buku-buku
pembelajaran.
|
√
|
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
Proses
|
|||
|
4.4 Pengembangan program 6 K
(keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan).
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Perlu dipertahankan dan dikembangkan lebih baik
|
|||
|
V
|
BIDANG HUMAS
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
5.1 Koordinasi rutin dengan
Dispendik.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Berjalan dengan baik
|
|||
|
5.2 Meningkatkan hubungan dengan
instasi-instansi terkait.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Perlu dipertahankan dan ditingkatkan
|
|||
|
5.3 Melaksanakan sosialisasi sekolah ke masyarakat.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Perlu dikembangkan terus menerus dan lebih baik
|
|||
|
5.4 Berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan lingkungan sekolah dan pemerintahan setempat, dan instansi
terkait di kota.
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Terlaksana dengan baik dan perlu dipertahankan
|
|||
|
VI
|
BIDANG KEUANGAN
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
6.1 Penyusunan RAPBS
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
|
6.2 Pengusulan dana BOS
|
√
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
|
Proses
|
|||
|
6.3 Menentukan biaya pembelanjaan
sesuai dengan RAPBS yang telah dibuat. .
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
√
|
Proses
|
|||
|
6.4 Penyusunan SPJ
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
|
√
|
|
|
√
|
Terlaksana dengan
baik
|
|||
Surabaya, 15 Juli 2013
Kepala SMP Negeri 5 Surabaya
Drs. Sisminarto, M.M.
NIP:
195811291979031003
BAB III
EVALUASI
A. Deskripsi Hasil
|
NO.
|
KOMPONEN
PROGRAM
|
DESKRIPSI
KEBERHASILAN PROGRAM
|
|
|
I
|
BIDANG KURIKULUM
|
|
|
|
1.1 Penyusunan Kurikulum sekolah
( Dokumen I, Dokumen II, dan Dokumen III)
|
Tersusunnya kurikulum
sekolah mencakup Kurikulum Dokumen I, Dokumen II, dan Dokumen III. Perlu ada
penyempurnaan lebih baik lagi, agar lebih relevan dengan keadaan individu
siswa ABK dan harapan masyarakat.
|
||
|
1.2 Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Mengajar
|
Para guru telah
melaksanakan KBM yang berorientasi pada PAIKEM.
|
||
|
1.3 Pelaksanaan Penilaian (UH,
UTS, UAS, dan US)
|
Terlaksananya
penilaian yang sudah terencana, baik UH, UTS, UAS, dan US. Dan diikuti dengan analisis hasil evaluasi
untuk ditindaklanjuti dengan program perbaikan atau pengayaan.
|
||
|
II
|
BIDANG KESISWAAN
|
|
|
|
2.1 Penerimaan Peserta Didik Baru
|
Terlaksananya sistem
Penerimaan Peserta Didik Baru yang terencana dengan baik.
|
||
|
2.2 Pelaksanaan assessment
|
Terlaksananya
assessment sebagai dasar untuk memberikan layanan pada siswa, walaupun
instrumen dan pelaksanaannya perlu disempurnakan lagi agar lebih valid dan comprehensive.
|
||
|
2.3 Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan
|
Bimbingan dan
Penyuluhan telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan program BP yang telah
dipersiapkan dan permasalahan yang dialami para siswa.
|
||
|
2.4 Pelaksanaan ekstra kurikuler
(Pramuka, Olah Raga, Kesenian, dan Keterammpilan)
|
Terlaksnanya kegiatan
ekstra kurikuler secara rutin, walupun dalam bidang kesenian perlu
dikembangkan lagi dengan melengkapi sarana kesenian yang diperlukan.
|
||
|
2.5 Pengusulan beasiswa dan Bagus
|
Beasiswa dan Bagus
terealisasi dengan baik serta memberikan dampak positif kepada para siswa
yakni mendorong untuk lebih rajin ke sekolah.
|
||
|
2.6 Pelaksanaan Rekreasi.
|
Terlaksana sesuai
dengan yang diharapkan, yaitu untuk menambah kebersamaan, dan kekeluargaan
semua warga sekolah.
|
||
|
2.7 Penyusunan Administrasi
Kesiswaan
|
Telah tersusun dengan
baik walaupun perlu lebih dilengkapi lagi untuk dapat mengkaper
semua hal yang
diperlukan oleh para siswa.
|
||
|
III
|
BIDANG
KETENAGAAN
|
|
|
|
3.1
Pendidik
:
3.1.1 Pembagian tugas guru .
|
Pembagian tugas guru
telah dilaksanakan dengan mengupayakan agar sesuai dengan kemampuannya (the right man on the right place).
|
||
|
3.1.2 Pembinaan guru melalui supervisi.
|
Terlaksananya class visit dalam rangka pelaksanaan
supervisi yang diikuti dengan evaluasi dan tindak lanjut.
|
||
|
3.1.2
Peningkatan
profesionalisme kinerja guru.
|
Terealisasi dengan
terwujudnya kegiatan-kegiatan
mengikuti progra KKG, mengikuti diklat-diklat kependidikan dari Dinas
Pendidikan Kota / Provinsi, dan seminar-seminar pendidikan, untuk lebih
memahami dan mengimplementasikan 4 kompetensi guru (kompetensi pedagogik,
kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial).
|
||
|
3.1.5
Pengusulan tunjangan
kesejahrteraan guru.
|
Diterimanya TPP dan
uang kompensasi secara rutin bagi guru PNS dan diterimanya uang insentif bagi
GPK tahun anggaran 2012.
|
||
|
3.2
Tenaga
Kependidikan :
3.2.1 Peningkatan profesionalisme tenaga
kependidikan.
|
Terlaksananya
mengikuti kegiatan KKG, KKKS, diklat, lokakarya, dan workshop tentang
kependidikan, untuk lebih memahami dan mengimplementasikan 5 kompetensi
kepala sekolah (kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, dan kompetensi
sosial).
|
||
|
IV
|
BIDANG SARANA DAN PRASARANA
|
|
|
|
4.1 Pemeliharaan sarana dan prasarana.
|
Terpeliharanya sarana
dan prasarana yang dimiliki sekolah.
|
||
|
4.2 Usul penambahan sarana meubelair.
|
Terpenuhinya
meubelair sekolah sesuai dengan yang diperlukan.
|
||
|
4.3 Usul pengadaan sarana
keterampilan handcraft.
|
Terpenuhinya
peralatan handcraft yang
diperlukan.
|
||
|
4.4 Penambahan buku-buku
pembelajaran.
|
Semakin lengkapnya
buku-buku paket pembelajaran dan buku pedoman guru.
|
||
|
4.5 Pengembangan program 6 K
(keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan).
|
Terlaksananya
kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan program 6 K yaitu dengan kegiatan Jumsih
(Jumat bersih), adanya pembagian piket sekolah, dan menanamkan sikap wawasan
wiyata mandala.
|
||
|
4.6 Pembuatan administrasi sarana
dan prasarana.
|
Tersusunnya
administrasi sarana dan prasarana.
|
||
|
V
|
BIDANG HUMAS
|
|
|
|
5.1 Koordinasi rutin dengan
Dispendik.
|
Terjalinnya hubungan
yang baik dengan Dispendik.
|
||
|
5.2 Meningkatkan hubungan dengan
instasi-instansi terkait.
|
Terjalinnya hubungan
dan adanya dukungan dari instansi-instansi terkait.
|
||
|
5.3 Melaksanakan sosialisasi sekolah ke masyarakat.
|
Dibuatnya spanduk
pada awal tahun ajaran, memuat profil dan penjelasan-penjelasan tentang
Pendidikan Inklusi serta mengikuti kegiatan-kegiatan
di tingkat kota/provinsi yang diselenggarakan oleh Dispendik Kota / Provinsi.
|
||
|
5.4 Berpartisipasi dalam
kegiatan-kegiatan lingkungan sekolah dan pemerintahan setempat, dan instansi
terkait di daerah.
|
Sekolah telah
berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat
atau pemerintahan setempat, seperti
pembangunan jalan, acara hari-hari besar nasional dan keagamaan dan
siskamling.
|
||
|
VI
|
BIDANG KEUANGAN
|
|
|
|
6.1 Penyusunan RAPBS
|
Tersusunnya RAPBS
dengan baik
|
||
|
6.2 Pengusulan dana BOS
|
Terealisasinya dana
BOS baik dari pusat maupun dari provinsi.
|
||
|
6.3 Menentukan biaya pembelanjaan
sesuai dengan RAPBS yang telah dibuat.
|
Adanya pembelanjaan
yang sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan dalam RAPBS.
|
||
|
6.4 Penyusunan SPJ
|
Tersusunnya SPJ BOS
maupun keuangan dari sumber lain
sebagai bukti pemanfaatan dana yang transparan, dan akuntabel.
|
||
|
7.4 Manajemen sarana dan
prasarana.
|
Adanya pendayagunaan
sarana dan prasarana secara baik.
|
||
|
7.5 Manajemen humas.
|
Terjalinnya hubungan
yang harmonis, kerjasama dan adanya
kemitraan antara sekolah dan masyarakat.
|
||
Surabaya,
15Juli 2013
Kepala SMP Negeri 5 Surabaya
Drs. Sisminarto, M.M.
NIP:195811291979031003
5
J.
Pembahasan
Sebagai
upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah diperlukan upaya yang terus
menerus melalui penyempurnaan program
kerja sekolah. Dalam upaya penyempurnaan program sekolah tersebut maka
diperlukan evaluasi program. Evaluasi program ini sebagai bentuk akuntabilitas
kepada pihak-pihak yang berkepentingan yang semestinya dilakukan setiap akhir
semester (PP 19 tahun 2005 pasal 78 butir a). Dari hasil evaluasi program kerja
ini akan diketahui hal-hal mana yang sudah baik dan perlu dipertahankan, dan
hal-hal mana yang harus dilakukan revisi atau penyempurnaan-penyempurnaan
sebagai tindak lanjut dari pelaksanaa evaluasi untuk perbaikan program kerja
tahun berikutnya, sehingga program kerja yang dibuat betul-betul mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan sebagaimana tertuang dalam PP 19 tahun 2005.
Adapun
hasil dari evaluasi program kerja Sekolah Inklusif SMP Negeri 5 Surabaya Tahun
Pelajaran 2012/2013 akan
dibahas pada uraian-uraian berikut.
1. Bidang Kurikulum
Bidang
kurikulum sudah dilaksanakan dengan baik yakni mengikuti ketentuan yang
berlaku. Di sini terbukti dengan telah tersusunnya kurikulum sekolah mencakup
Kurikulum Dokumen I, Dokume II, dan Dokumen III. Namun demikian tetap perlu ada
penyempurnaan yang lebih baik lagi, agar lebih relevan dengan keadaan individu
siswa ABK dan harapan masyarakat.
Para
guru telah melaksanakan KBM yang berorientasi pada PAIKEM (pembelajaran yang
aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) hal ini sangat perlu guna
menarik minat dan motivasi siswa. Dengan pembelajaran yang menyenangkan
tentunya akan mendorong terhadap keberhasilan KBM sebagaimana yang diharapkan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran yang memperhatikan PAIKEM ini tentunya dengan
menempuh berbagai cara mulai dari pengelolaan kelas yang baik, metode, media
pembelajaran, penampilan guru dan sebagainya.
Terlaksananya
penilaian yang sudah terencana, baik ulangan
harian, UTS, UAS, dan US. Dan
diikuti dengan analisis hasil evaluasi untuk ditindaklanjuti dengan program
perbaikan atau pengayaan.
6
Hal-hal
tersebut di atas perlu terus ditingkatkan sehingga betul-betul sesuai dengan
harapan, dan tuntutan. Bidang kurikulum ini merupakan unsur yang sangat penting
karena semua sumber daya dan fasilitas di sekolah ditujukan untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan kurikulum yang bermuara dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal masih kurangnya penggunaan alat peraga pendidikan dalam melaksanakan PBM dengan berbagai
alasannya, ini tetap perlu diupayakan dan dicarikan solusi agar tetap dalam
pelaksanaan PBM ini didukung dengan media pembelajaran. Begitu pula tentang pelaksanaan analisis hasil evaluasi,
dan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan merupakan program wajib yang
harus dilakukan oleh guru dengan sebaik-baiknya.
Program-program
tersebut di atas pada dasarnya sudah dilaksanakan di SLB Muhammadiyah
Banjarsari, namun perlu adanya revisi pada tahun yang akan datang agar ada
penyempurnaan.
2. Bidang Kesiswaan
Bidang
kesiswaan di SMP Negeri 5 Surabaya pada dasarnya telah dilaksanakan hal ini
dibuktikan dengan terlaksananya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru yang terencana
dengan baik. Selain itu juga dilaksanakannya assessment yang berguna sebagai
dasar dalam memberikan layanan kepada siswa untuk dapat mengikuti pembelajaran
yang tepat, walaupun instrumen dan pelaksanaannya perlu disempurnakan lagi agar
lebih valid dan comprehensive.
Bimbingan
dan Penyuluhan telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan program BP yang
telah dipersiapkan dan permasalahan yang dialami para siswa.
Terlaksnanya
kegiatan ekstra kurikuler secara rutin, walupun dalam bidang kesenian perlu dikembangkan
lagi dengan melengkapi sarana kesenian yang diperlukan.
Untuk
mendorong motivasi siswa maupun orang tua siswa diusulkannya program Beasiswa
dan Bagus yang hasilnya terealisasi dengan baik, sehingga memberikan dampak
positif kepada para siswa yakni mendorong untuk lebih rajin bersekolah.
Melalui
kegiatan rekreasi bersama guru, siswa, dan orang tua siswa, terjalinlah
kebersamaan, dan meningkatnya rasa kekeluargaan di antara semua
7
warga
sekolah. Nampaknya program ini perlu dipertahankan untuk terus dilakukan guna menjaga hubungan agar tetap harmonis.
Karena hubungan yang baik ini sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu
pendidikan.
Administerasi
kesiswaan telah disusun dengan sebaik-baik walaupun perlu lebih dilengkapi lagi
agar betul-betul dapat mengkaper semua hal yang diperlukan oleh para siswa.
3. Bidang Ketenagaan
Bidang ketenagaan di SMP Negeri 5 Surabya pada saat ini masih bertumpu
pada guru saja karena belum ada tenaga-tenaga lainnya. Kalau ditinjau dari
pandangan yang ideal memang keberadaan tenaga seperti ini sangat kurang
mendukung terhadap peningkatan mutu sekolah. Namun bila ditinjau dari tenaga
guru yang ada kualifikasinya sudah baik yakni ditinjau dari segi akademik
maupun dari sudut potensi dan kinerjanya.
Tenaga pendidik yang ada di SMP Negeri 5 Surabya sebanyak 18 orang, dari
jumlah 18 orang itu 13 orang berkualifikasi akademik S1, berlatar belakang
Sarjana PLB 2 orang, S2 Olah Raga 1 orang, 1 orang berkualifikasi akademik S3
dan 1 orang berkualifikasi akademik
PGSLP.
Pengalaman kerja tenaga guru 8 orang di atas 10 tahun, 6 orang di atas 5
tahun, 4 orang di bawah 3 tahun.
Adapun tenaga kependidikan (kepala sekolah) berkualifikasi akademik S2
Magister Manajemen berlatar belakang
S2 dan mempunyai pengalaman kerja di atas 20 tahun.
Dengan demikian bila dilihat dari kualifiksi akademik pendidik dan dan tenaga kependidikan di SMP
Negeri 5 Surabaya secara umum sudah memenuhi kualifikasi yang diharapkan.
Pembagian
tugas guru telah dilaksanakan dengan mengupayakan agar sesuai dengan
kemampuannya (the right man on the right
place).
Terlaksananya
class visit dalam rangka pelaksanaan
supervisi yang diikuti dengan evaluasi dan tindak lanjut.
8
Upaya meningkatkan tenaga yang profesional telah dilakukan melalui kegiatan-kegiatan program KKG, mengikuti diklat-diklat
kependidikan dari Dinas Pendidikan Kota / Provinsi, dan seminar-seminar
pendidikan, untuk lebih memahami dan mengimplementasikan 4 kompetensi guru
yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial.
Penguasaan 4 unsur kompetensi guru ini merupakan syarat yang harus dimiliki
oleh guru yang profesional, itulah sebabnya empat unsur kompetensi ini selalu
ditanamkan kepada para guru agar dipahami dan diwujudkan dalam tindakan nyata
sehari-hari.
Dengan
adanya program TPP/TPG dan diterimanya uang insentif bagi GPK tahun anggaran
2012, sangat sinifikan dapat mendorong semangat, dan kedisiplinan para guru di SMP Negeri 5 Surabaya. Itulah sebabnya program ini sangat
wajar bila dipertahankan atau bakan ditingkatkan.
Untuk
peningkatan profesionalisme bagi kepala sekolah maka kegiatan KKG, diklat,
lokakarya, dan workshop tentang kependidikan terus diaktifkan.
Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya agar kepala sekolah lebih memahami dan
dapat mengimplementasikan 4 unsur kompetensi kepala sekolah yaitu kompetensi
kepribadian, manajerial, supervisi, dan kompetensi sosial. Kompetensi ini
sangat penting untuk dipahami oleh seorang kepala sekolah karena sebagai kepala
sekolah memfunyai fungsi sebagai
edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator
(EMASLIM). (E. Mulyasa, 2006 : 98). Dengan pemahaman yang baik akan kompetensi
kepala sekolah tersebut maka seorang kepala sekolah akan dapat menjalankan
fungsinya dengan baik, karena hal itu sangat relevan dengan yang dibutuhkan
oleh seorang kepala sekolah dalam menjalankan tupoksinya.
4. Bidang Sarana dan Prasarana
Program sarana dan prasarana merupakan unsur pendukung yang sangat
penting untuk kelancaran pelaksanaan pendidikan di sekolah, namun penyediaan
sarana dan prasarana ini sangat bertalian dengan masalah pembiayaan. Oleh
karena itu sesuai dengan ketersediaan dana di SMP Negeri 5 Surabaya maka bila
dibandingkan dengan ketentuan atau standar yang ada keadaannya masih jauh dari
sempurna. Hal ini dapat dilihat pada data sarana prasarana yang ada di SMP
9
Negeri 5 Surabaya yang belum
memiliki ruangan-ruangan kekhususan, dan ruang keterampilan, bahkan ruangan
kelasnya pun masih kurang. Demikian pula sarana pembelajarannya pun masih
minim, dan kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya diperlukan untuk pengembangan
sekolah belum dapat terpenuhi dengan baik, misalnya saja belum memiliki
alat-alat kesenian, alat-alat speech
therapi. Sehingga program ini perlu lebih ditingkatkan lagi sehingga satu
saat segala fasilitas yang diperlukan dapat dipenuhi.
Namun
demikian bila melihat program yang dicanangkan pada tahun 2012/2013 sebenarnya sudah terlaksna dengan baik sebagaimana yang telah
diprogramkan seperti pemeliharaan sarana
dan prasarana yang dimiliki sekolah sudah dilaksanakan. Penyediaan penambahan
buku-buku paket pembelajaran dan buku pedoman guru sudah dilaksanakan.
Kegiatan-kegiatan
untuk mewujudkan program 6K di SMP Negeri 5 Surabaya
yaitu dengan kegiatan Jumsih (Jumat bersih), adanya pembagian piket sekolah,
dan menanamkan sikap wawasan wiyata mandala. Dalam upaya penciptaan sekolah
sebagai lingkungan pendidikan (Adiwiyata) sangat penting bagi peningkatan mutu
pendidikan di sekolah. Dijelaskan dalam buku Pedoman Pembinaan Kesiswaan PK PLK (Depdiknas : 2006) bahwa sekolah sebagai
tempat diselenggarakannya PBM hal ini akan berfungsi dengan baik apabila di
lingkungan sekolah tersebut suasananya aman, nyaman, tertib dan bebas dari
segala ancaman. Keadaan seperti itu tentunya dapat tercipta dengan sepenuhnya
apabila segala fasilitas yang diperlukan tersedia, tertata, dan terpelihara
dengan baik. Dalam rangka pengembangan wiyata mandala ini dilakukan program 6K
yang realisasinya sebagai berikut :
➢Keamanan
sekolah
sudah terpelihara dengan dukungan dari masyarakat sekitar.
➢Kebersihan, sekolah dipelihara melalui pembiasaan budaya bersih dengan kegiatan jumsih, pembagian piket, dan gotong
royong untuk kebersihan sekolah.
10
➢Ketertiban, pada umumnya kondisi sekolah dalam keadaan tertib, siswa dapat mengikuti
PBM dalam keadaan tertib
dan lancar.
➢Keindahan, dalam hal ini sekolah telah berusaha menata
lingkungan yang ada agar menarik dan menimbulkan rasa senang dan nyaman berada
di sekolah.
➢Kekeluargaan, sekolah telah berusaha menciptakan
kekeluargaan antara lain melalui kegiatan-kegiatan bersama seperti rekreasi,
gotong-royong memelihara kebersihan sekolah, saling berkunjung ke rumah,
serta membudayakan senyum, sapa, dan salam.
➢Kerindangan, sekolah berusaha menciptakan kerindangan
dengan gerakan penanaman pohon pelindung
di halaman sekolah.
5. Bidang Humas
Sesuai dengan yang diprioritaskan yaitu sosialisasi guna menjaring ABK
yang ada di masyarakat maka hubungan dengan masyarakat sudah terjalin dengan
baik, walaupun masih perlu peningkatan kerjasama yang lebih baik sehingga
dukungan masyarakat akan sangat membantu untuk kelancaran pendidikan di
sekolah. Dengan Dispendik dan pemerintahan setempat terjalin hubungan yang
baik. Jalinan komunikasi untuk membina hubungan dengan masyarakat sekitar
sekolah ditempuh dengan jalan ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan lingkungan, seperti kegiatan pengajian,
kegiatan pembangunan jalan lingkungan, dan kegiatan siskamling di lingkungan
sekolah. Kerja sama yang diperlukan ke depan adalah yang mengarah pada pengembangan
keterampilan siswa terutama dengan dunia kerja, karena hal ini akan sangat
mendukung terhadap program-program
keterampilan.
6. Bidang Keuangan
Program bidang keuangan semestinya berujung pada pemenuhan biaya-biaya
yang diperlukan, artinya uang yang ada harus sesuai dengan kebutuhan sekolah,
bukan malah sebaliknya seperti saat ini
kebutuhan-kebutuhan itulah
11
yang harus menyesuaikan dengan uang yang ada, sehingga
fasilitas-fasilitas yang diperlukan belum terpenuhi sebagaimana mestinya.
Kenyataan ini terjadi karena saat ini masalah keuangan hanya mengandalkan dari uang BOS yang jumlahnya tidak seberapa.
Dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat dibiayai dari bantuan
pemerintah baik APBD ataupun APBN ini pun sangat terbatas. Dengan kata lain
keadaan keuangan di SMP Negeri 5 Surabaya masih belum memenuhi terget untuk pengembangan sekolah yang bermutu.
Adapun program keuangan yang dilakukan sesuai dengan
keadaan situasi dan kondisi sekolah adalah penyusunan RAPBS, penyediaan dana
yang bersumber dari dana BOS baik dari
pusat maupun dari provinsi, dilakukannya
pembelanjaan yang sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan dalam
RAPBS, dan sebagai pertanggungjawaban atas penerimaan dan pengunaan dana BOS
maka disusunlah SPJ BOS maupun keuangan
dari sumber lainnya. Sehingga apa yang dituangkan dalam program kerja sekolah
sebenarnya sudah terlaksana dengan baik.
BAB III
PENUTUP
B.
Simpulan
Pada bagian akhir laporan evaluasi
program kerja sekolah ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut :
1.
Program
Kerja Sekolah merupakan implementasi dari visi, misi dan tujuan sekolah yang
telah ditetapkan. Oleh karena itu, penyusunan Program Sekolah ini harus relevan
dengan visi, misi, serta tujuan sekolah. Program sekolah ini merupakan program
oprasional, yang merupakan kumpulan rencana kegiatan nyata, sistematis, dan
terpadu untuk dilaksanakan di sekolah dalam rangka mencapai tujuan. Program
Sekolah yang dimaksud di atas adalah Program
Tahunan, yakni rencana kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan selama
satu tahun pelajaran. Program Tahunan ini
dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
sekolah selama satu tahun pelajaran agar
semua kegiatan di sekolah berlangsung secara efektif dan efisien.
2. Program Kerja Sekolah disusun sebagai upaya
yang dilakukan oleh sekolah dalam
tahap evaluasi keberhasilan program kerja sekolah ke depan yang tealah dilaksanakan selama satu
tahun ajaran. Program kerja sekolah ini disusun berdasarkan hasil analisa yang
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dengan memperhatikan 8 komponen
standar, kondisi ideal, kondisi real, dan rencana tindak lanjut sebagai solusi
dari kelemahan, kekurangan, dan masalah yang ditemukan.
3. Manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan program kerja sekolah adalah :
a. Sebagai sarana untuk
melakukan program sekolah tahun-tahun
berikutnya.
b. Sebagai sarana untuk
meningkatkan mutu aktivitas sekolah melalui
program sekolah.
c. Sebagai sarana untuk
meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah.
4. SMP Negeri 5 Surabaya telah mempunyai Visi,
misi, dan tujuan sekolah yang baik hal ini dipandang dari segi relevansinya
dengan apa yang diperlukan oleh peserta didik maupun masyarakat. Namun dalam
pelaksanaan program-program kegiatan untuk menuju visi, misi dan tujuan sekolah
itu masih terkendala oleh sarana dan prasarana yang masih kurang.
5. Program kerja sekolah di SMP
Negeri 5 Surabaya mencakup 6 bidang program yaitu : a. Program Kurikulum, b. Program Kesiswaan, c.
Program Ketenagaan, d. Program Sarana
dan Prasarana, e. Program Humas, dan f.
Program Keuangan.
6. Dari hasil evaluasi diperoleh data bahwa pada dasarnya semua bidang
program yang dicanangkan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dipahami
karena program-program yang dibuat memperhatikan kondisi real yang ada di sekolah. Namun demikian bila
dibandingkan dengan harapan yang ideal dan Standar Nasional Pendidikan maka
program-program yang dibuat masih perlu ditingkatkan, seperti halnya masalah
ketersediaan sarana dan prasarana masih kurang memenuhi standar. Itu semua
sebagai akibat ketersediaan keuangan yang masih minim, sehingga bukannya dana
yang mengikuti kebutuhan tetapi sebaliknya kebutuhan yang harus ditekan agar
menyesuaikan dengan dana yang ada.
7. Dari program-program yang telah dilaksanakan dapat terlihat bahwa
ditinjau dari segi keterlaksanaan hampir semua program sudah dilaksanakan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program yang dicanangkan 90 % dapat
dilaksanakan. Selanjutnya dilihat dari segi kualitas ketercapaian program yang
dilaksanakan masih ada yang harus disempurnakan karena terhambat faktor sarana
dan prasarana yang masih kurang, sehingga dapat dikatakan bahwa ketercapaian
dari segi kualitas lebih-kurang baru mencapai 80 %.
8. Kendala yang nampak untuk peningkatan dan penyempurnaan pelaksanaan
program adalah faktor keuangan yang masih minim dan sarana prasarana yang masih
kurang.
B. Rencana Tindak Lanjut
Berdasarkan pada hasil-hasil yang diperoleh dari
pelaksanaan evaluasi maka tindak lanjut yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Mempertahankan dan meningkatkan program-program
yang dipandang sudah baik dan diperlukan, misalnya dalam pengembangan
kurikulum, program kesiswaan, program ketenagaan dengan lebih mengefektifkan
kegiatan KKG, KKS, serta mengikuti diklat-diklat yang ada.
2. Dari hasil analisa program kerja sekolah tahun
2012/2013 yang
perlu dimunculkan pada program mendatang adalah upaya percepatan penyediaan
sarana dan prasarana, karena walau bagaimana pun hal ini merupakan tuntutan
Standar Nasional Pendidikan yang harus
diikuti, dan masalah ini sangat berkaitan dengan peningkatan
keberhasilan program-program lainnya. Masalah penyediaan sarana dan prasarana
ini berkaitan erat dengan masalah keuangan oleh karena itu hal ini akan dibahas
dengan pihak-pihak terkait yaitu Dispendik, komite sekolah, dan para orang tua
siswa.
3. Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan program
ini juga akan segera disusun Program Kerja Sekolah tahun 2013/2014 yang berdasar pada hasil evaluasi program kerja sekolah 2012/2013, berorientasi ke masa yang akan datang, serta memperhatikan tuntutan
Standar Nasional Pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
BNSP, 2006. Panduan
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta : BNSP.
Daryanto,
H.M. 2006. Administerasi Pendidikan.
Jakarta : Rineka Cipta.
Heruizzudin.
2010. Merumuskan Visi, Misi, Tujuan dan
Program Sekolah. Tersedia : Heruizzudin.blogspot.com. [13 April
2010].
Mulyasa,
E. 2006. Menjadi Kepala Sekolah
Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Pidarta,
Made. 2004. Manajemen Pendidikan
Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Purwanto,
M. Ngalim. 2000. Prinsip-prinsip dan
Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sudrajat,
Akhmad. 2010. Konsep Evaluasi Program Bimbingan
dan Konseling. Tersedia : akhmadsudrajat.wordpress.com. [3 Februari
2010]
Wakhinuddin.
2009. Evaluasi Program dan Lembaga,
Evaluasi Hasil Belajar. Tersedia : wakhinuddin.wordpress.com. [14
Juli 2009].
___________. 2006. Undang-undang
RI No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, UU RI No. 20 tahun 2003 tentang
Sisdiknas, Permendiknas No. 11 tahun 2005 tentang Buku Pelajaran, PP No. 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Bandung : Citra Umbara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar